PUISI KEMERDEKAAN
*
Merah Putihkah Indonesia Ku?
Merah berani putih nan suci
Merah putih Indonesia ku.
74 tahun sudah engkau merdeka,
merdeka dari kaum koloni
Merdeka dari penjajah yang ingin menguasai negeri.
Dulu Indonesia ku sangat disegani, Indonesia ku dulu sangat
dihargai.
Tapi kini, Indonesia hanya ladang untuk orang memperkaya
diri.
Indonesia kini menjadi negeri yang jauh diatas awan.
Negeri yang hanya di kendalikan oleh angin,
Angin Indonesia yang jauh dari harapan dan cita-cita para
pahlawan.
Apakah kita sudah merdeka dan sejahtera?
Bila kaum marhaen yang menjadi ilham perjuangan kini semakin
sempit lahannya,
tergusur oleh tipu daya pembangunan dan egoisme kesukuan.
Apakah kita sudah merdeka dan sejahtera?
Bila para petani masih bersengketa merebut tanah sesamanya,
Para nelayan yang berlayar tanpa kapal, kail yang termangu
tanpa umpan.
Apakah kita sudah merdeka dan sejahtera?
Bila buruh dan kaum miskin kota hidupnya sengsara, dan
Perempuan-perempuan kampung yang masih membanjiri pelacuran
di kota.
Lihatlah Ibu pertiwi, putra-putri mu tidak mampu membaca
keadaan ini.
Dengarlah Ibu pertiwi, kemerdekaan mu masih terpasung diatas
langit.
Rasa Nasionalisme dan jiwa Patriotisme telah mati ditanah
air ku.
Nurani dan kejujuran serta kebenaran sulit dicari,
terkubur ditengah padatnya kota,
matinya pun kita biarkan saja.
Merah putihkah Indonesia Ku??
Indonesia ku merdekalah, meski tangis riuh di dada ku.
**
Merdekalah, Indonesia Ku
Lama waktu kian menjadi hari
Ketika aku terbaring menanti
Sebait kisah tawar yang tak berpenghuni.
Memandang dari kejauhan diatas tanah yang merdeka
Aku melihat tangisan anak manusia yang tak berdosa
Derai air mata tertumpah luah,
Perih membasahi luka hati yang kian menganga
Sudah puaskah meratapi mimpi yang kini telah musnah?
Merdeka!!
Titah yang penuh dengan makna dalam teriakan para pahlawan
Kini hanya menjadi untaian kata yang diucap setahun sekali.
Dimana kemerdekaan itu jika kesejahteraan hanya jadi
angan-angan?
Dimana kemerdekaan itu jika keadilan hanya khayalan?
Dimana kemerdekaan itu jika yang tersisa hanyalah kebodohan?
Dalam relung hati Aku bertanya,
Sudahkah kita merdeka, sedang di 350 tahun kita menangis??
***
Merdeka!
Merdeka!
Bukan sekedar frasa dalam lakon sebuah cerita
Bukan sekedar kamuflase angan-angan semata
Merdeka!
Kata yang penuh dengan makna,
Bertahta dalam jiwa pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata
Untuk Indonesia yang lebih sejahtera
Wahai engkau bangsa Indonesia,
Merdeka!
Bangkitkan semangat bersama merah mu,
Sucikan hati dengan penuh keikhlasan bersama putih mu
Sekali merdeka, tetap merdeka.
Merdeka!!

Komentar
Posting Komentar