PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER







PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER
Oleh:
Hikmatullah[1]

A.           Pendahuluan
Perkembangan globalisasi di seluruh dunia telah banyak mempengaruhi setiap bidang yang ada dalam kehidupan bangsa dan negara, diantaranya bidang ekonomi, politik, sosial-budaya bahkan dalam bidang pendidikan.
Salah satu tujuan dari negara Indonesia adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa” (UUD 1945). Artinya negara wajib menyelenggarakan pendidikan serta menjamin terciptanya pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia. Hal ini juga dipertegas dalam batang tubuh UUD 1945 bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara.
Masalah pendidikan memang menjadi issue sentral yang terjadi di negara Indonesia pada saat ini. Orang-orang yang berkompeten dalam dunia pendidikan menyadari bahwa pendidikan Indonesia masih mengalami kemerosotan. Kemerosotan pendidikan ini salah satunya adalah akibat dari ketidak relevannya tujuan pendidikan dengan sistem pendidikan. Dimana tujuan pendidikan seperti yang kita ketahui adalah proses memanusiakan manusia, tapi dalam realita yang ada tidak demikian. Justru kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada.[2]
Pendidikan bagi kehidupana manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang dengan cita-cita untuk maju, sejahtera, dan bahagia menurut konsep pandangan hidupnya. Dalam pengertian sederhana dan umum makna pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan agama.
Namun, sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian, mulai dari ujian mid, ujian akhir hingga ujian nasional. Ditambah latihan-latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari hari para siswa.
Pendidikan karakter akhir-akhir ini semakin banyak diperbincangkan masyarakat di Indonesia. Selain untuk menjawab persoalan diatas, pendidikan karakter juga dipersiapkan untuk membahas sikap dan perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya.  Sikap dan perilaku masyarakat dan bangsa Indonesia sekarang cenderung mengabaikan nilai-nilai luhur yang sudah lama dijunjung tinggi dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai karakter mulia, seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religius, sedikit demi sedikit mulai terganti oleh budaya asing sehingga nilai-nilai karakter tersebut tidak lagi dianggap penting.
Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki peradaban yang mulia, dan peduli dengan pendidikan bangsa, sudah seharusnya kita berupaya untuk menumbuhkan nilai-nilai itu kembali. Salah satu upaya ke arah itu adalah melakukan pembinaan karakter di semua aspek kehidupan masyarakat, terutama melalui bidang pendidikan. Karena pendidikan merupakan hal yang paling penting dan mendasar untuk membentuk suatu manusia yang ideal dan cerdas.
Urgensi Pendidikan Karakter memiliki fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. 
Dalam konteks ke-Indonesia-an, penerapan pendidikan karakter merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Karena melihat fakta dilapangan mengenai akhlak dan moral, banyaknya terjadi penyimpangan moral merupakan salah satu alasan mengantarkan pendidikan karakter dalam ranah pendidikan dengan mengacu pada cita-cita bangsa. Diharapkan melalui pendidikan karakter ini, akan tercapainya tujuan pendidikan bangsa yang cerdas dan berkahlak mulia serta menjadi manusia yang seutuhnya.
B.            Pengertian Pendidikan Karakter
Untuk memahami tentang pengertian pendidikan karakter, terlebih dahulu kita harus memahami pengertian pendidikan itu sendiri. Pendidikan memiliki makna yang cukup luas karena dapat dilaksanakan sepanjang hayat dan memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.[3]
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.[4]
Sementara Sir Godfrey Thomson mengatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan yang tetap (permanen) di dalam kebiasaan-kebiasaan tingkah lakunya, pikirannya, dan sikapnya.[5]
Istilah pendidikan sesungguhnya berasal dari bahasa Yunani yaitu Paedagogy yang dimaknai dengan seseorang yang tugasnya membimbing anak pada masa pertumbuhannya sehingga menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.[6]
Sedangkan dalam Undang-Undang Dasar RI No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal satu menyebutkan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.[7]
Dari beberapa pengertian pendidikan tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya manusia untuk dapat membantu, melatih dan mengarahkan manusia lain melaui transformasi pengetahuan, pengalaman, intelektual dan keberagaman sesuai dengan fitrah manusia agar dapat berkembang sampai pada tujuan yang di cita-citakan dan bermanfaat untuk hidupnya dan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan usaha yang disengaja dan terencana dalam memilih materi (isi), strategi kegiatan dan teknik penilaian yang sesuai. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, pendidikan formal dan pendidikan nonformal.
Sementara itu, kata Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.[8]
Menurut Pusat Bahasa Depdiknas karakter adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”.
Menurut Ditjen Mandikdasmen-Kementrian Pendidikan Nasional, karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.[9]
Dalam kamus psikologi, dinyatakan bahwa karakter adalah keribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misal kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dan sifat-sifat yang relative tetap.[10]
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa karakter dapat dimaknai sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas, maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. 
Pengertian Pendidikan Karakter menurut para tokoh:
1.             Thomas Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona.Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.[11]
2.             Zubaedi
Pendidikan karakter adalah upaya penanaman kecerdasan dalam berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengamalan dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya, diwujudkan dalam interaksi dengan Tuhannya, diri sendiri, antar sesame dan lingkungannya.[12]
3.             T. Ramli
Pendidikan karakter adalah pendidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.[13]
4.             Suyanto
Menurut Suyanto, pendidikan karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.[14]
5.             Dharma Kesuma, Cepi Triatna dan Johar Permana
Pendidikan karakter dalam setting sekolah dijadikan sebagai pembelajaran yang mengarah pada penguatan dan pengembangan perilaku anak secara utuh yang didasarkan pada suatu nilai tertentu yang dirujuk oleh sekolah.[15]
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.
C.            Tujuan dan Fungsi Pendidikan Karakter
1.             Tujuan Pendidikan Karakter
Tujuan pendidikan karakter tidak terlepas dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri, yaitu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, akhlak mulia, dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu, sehingga menjadi kepribadian kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan.
Tujuan pendidikan karakter adalah penanaman nilai dalam diri siswa dan pembaruan tata kehidupan bersama yang lebih menghargai kebebasan individu. Tujuan jangka panjangnya tidak lain adalah mendasarkan diri pada tanggapan aktif kontekstual individu atas impuls natural sosial yang diterimanya, yang pada gilirannya semakin mempertajam visi hidup yang akan diraih lewat proses pembentukan diri secara terus-menerus. Tujuan jangka panjang ini merupakan pendekatan dialektis yang semakin mendekatkan dengan kenyataan yang ideal, melalui proses refleksi dan interaksi secara terus menerus antara idealisme, pilihan sarana, dan hasil langsung yang dapat dievaluasi secara objektif.[16]
Adapun penjabaran dari tujuan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:[17]
a.              Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif siswa sebagai manusia dan warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
b.             Mengembangkan kebiasaan dan perilaku siswa yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religious;
c.              Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa;
d.             Mengembangkan kemampuan siswa menjadi manusia yang mandiri, kreatif, dan berwawasan kebangsaan;
e.              Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.
Selain itu, pendidikan karakter juga bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi kelulusan. Melalui pendidikan karakter, diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
2.             Fungsi Pendidikan Karakter
Secara umum fungsi pendidikan ini adalah untuk membentuk karakter seorang peserta didik sehingga menjadi pribadi yang bermoral, berakhlak mulia, bertoleran, tangguh, dan berperilaku baik. Adapun beberapa fungsi dari pendidikan karakter adalah, sebagai berikut:[18]
a.              Untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik.
b.             Untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur.
c.              Untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.
Jadi, secara umum fungsi pendidikan karakter adalah untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
D.           Implementasi Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter sebenarnya sudah lama diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, khususnya dalam pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan sebagainya. Namun, implementasi pendidikan karakter itu masih belum optimal, karena pendidikan karakter memerlukan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berlaku jujur, kesatria, malu berbuat curang, malu bersifat malas, malu membiarkan lingkungannya kotor. Pendidikan karakter tidak terbentuk secara instan, tetapi harus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal.
Untuk melatih pembiasaan tersebut, maka pendidikan karakter tidak hanya dibebankan pada institusi pendidikan maupun sekolah semata, akan tetapi perlu diterapkan lebih dalam lingkungan keluarga. Sebab keluarga merupakan madrasah pertama bagi perkambangan seorang anak.
1.             Implementasi Pendidikan Karakter dalam lingkungan keluarga[19]
Keluarga adalah pihak pertama yang paling penting dalam memengarui karakter anak dan tugas sekolah adalah memeperkuat nilai karakter positif (etos kerja, rasa hormat, tanggung jawab, jujur, dll) yang diajarkan di rumah. Keluarga meletakkan fondasi, dan sekolah membangun atas fondasi itu.
Keluarga dipandang sebagai tulang punggung pendidikan karakter. Para ahli pendidikan di Indonesia umumnya bersepakat bahwa pendidikan karakter sebaiknya dimulai sejak usia anak-anak (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemapuan anak dalam mengambangkan potensinya. Perlu pembiasaan sejak dini dalam penanaman nilai-nilai akhlak yang baik.
Adapun implementasi pendidikan karakter dalam lingkungan keluarga adalah sebagai berikut:
a.              Pola interaksi antar orang tua
Baik buruknya hubungan atau interaksi antara suami dan istri atau ayah dan ibu sangat menentukan kesuksesan pendidikan karakter di lingkungan keluarga untuk menciptakan suasana edukatif dan interaksi edukatif. Situasi edukatif adalah terciptanya suasana yang memungkinkan terjadinya proses pendidikan. Sementara interaksi edukatif adalah interaksi yang mengandung nilai pendidikan.
Situasi dan interaksi edukatif harus diciptakan oleh suami istri atau ayah ibu, dan orang-orang dewasa lain yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan pendidikan karakter di lingkungan keluarga.
b.             Pola interaksi antara orang tua dengan anak
Hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam membangun hubungan atau interaksi yang baik dengan anaknya sebagai berikut:[20]
1)             Memposisikan dirinya sebagai sahabat;
2)             Menyediakan waktu untuk anak;
3)             Mampu untuk mengenali Bahasa tubuh dari sang anak.
c.              Pola interaksi antar anak
Ada dua pola interaksi antar anak, yaitu:
1)             Interaksi antar anak yang berbeda usia;
2)             Interaksi antar anak yang berbeda jenis kelamin
Maksudnya adalah hubungan timbal balik antara adik dan kakak. Interaksi ini harus menunjukan hubungan edukatif, yang muda hormat pada yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda. Begitu juga dengan anak yang beda kelamin, tentu berbeda fisik beda juga perilaku. Maka perlu aadanya batasan-batasan tertentu yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jika salah seorang anak tersebut sudah berusia sepuluh tahun, maka sebaiknya segera dipisahkan tempat tidurnya.[21]
2.             Implementasi pendidikan karakter pada lingkungan sekolah
Dalam implementasinya pada lingkungan sekolah, pendidikan karakter umumnya diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada internalisasi, dan pengalaman nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.
Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen sekolah. Manajemen yang dimaksud disini adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Pengelolaan tersebut antara lain meliputi nilai-nilai yang perlu ditanamkan, muatan kurikulum, pembelajaran, penilaian, pendidik dan tenaga kependidikan, dan komponen terkait lainnya. Dengan demikian, manajemen sekolah merupakan salah satu media yang efektif dalam pendidikan karakter di sekolah.
Selain itu dalam pengembangan karakter peserta didik di sekolah, guru memiliki posisi yang strategis sebagai pelaku utama. Guru merupakan sosok yang bisa ditiru atau menjadi idola bagi peserta didik. Guru bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi peserta didiknya. Sikap dan prilaku seorang guru sangat membekas dalam diri siswa, sehingga ucapan, karakter dan kepribadian guru menjadi cermin siswa. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan bermoral. Tugas-tugas manusiawi itu merupakan transformasi, identifikasi, dan pengertian tentang diri sendiri, yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.
Adapun beberapa strategi bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan pendidikan karakter peserta didik di sekolah, diantaranya:[22]
a)             Optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran
Guru tidak seharusnya menempatkan diri sebagai aktor yang dilihat dan didengar oleh peserta didik, tetapi guru seyogyanya berperan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.
b)             Integrasi materi pendidikan karakter ke dalam mata pelajaran
Guru dituntut untuk perduli, mau dan mampu mengaitkan konsep-konsep pendidikan karakter pada materi-materi pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampunya. Dalam hubungannya dengan ini, setiap guru dituntut untuk terus menambah wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, yang dapat diintergrasikan dalam proses pembelajaran. Mengoptimal-kan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia.
c)             Para guru (pembina program) melalui program pembiasaan diri lebih mengedepankan atau menekankan kepada kegiatan-kegiatan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia yang kontekstual, kegiatan yang menjurus pada pengembangan kemampuan afektif dan psikomotorik.
d)            Menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan pendidikan karakter.
Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan adalah menempatkan orang tua peserta didik dan masyarakat sebagai fasilitator dan narasumber dalam kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah.
e)             Menjadi figur teladan bagi peserta didik
Penerimaan peserta didik terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh seorang guru, sedikit tidak akan bergantung kepada penerimaan pribadi peserta didik tersebut terhadap pribadi seorang guru. Ini suatu hal yang sangat manusiawi, dimana seseorang akan selalu berusaha untuk meniru, mencontoh apa yang disenangi dari model/figurnya tersebut.
Jadi, peran guru di sekolah tidak hanya Transfer of Knowladge, tetapi juga Transfer of Value. Maka dalam proses pembelajaran, intergrasi nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diintegrasikan ke dalam subtansi atau materi pelajaran, tetapi juga pada keseluruhan proses pelajarannya.
E.            Kesimpulan
Secara umum, pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.
Pendidikan karakter menjadi sangat diperlukan untuk menjawab tantangan dan persoalan zaman yang semakin maju. Urgensi Pendidikan Karakter memiliki fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. 
Dengan kata lain, penerapan pendidikan karakter tidak hanya dibebankan pada lingkungan sekolah maupun institusi pendidikan, tetapi juga perlu adanya support dari berbagai pihak untuk mendorong terciptanya pendidikan karakter yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Sudah saatnya kita bersatu padu untuk kemajuan pendidikan. Saatnya para pengambil kebijakan, para pendidik, orang tua dan kita masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka-angka. Hendaknya dunia pendidikan menjadi hal yang senantiasa menciptakan pengalaman-pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul.


[1] Penulis adalah aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DKI Jakarta
[3] Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi II (Jakarta: Balai Pustaka, 1994)
[4] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Cet.II (Jakarta: Rineka Cipta, 2001)
[5] Nanang Fattah, Analisis Kebijakan Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012)
[6] Dr. Zurinal Z dan Wahdi Sayuti, Ilmu Pendidikan Pengantar dan Dasar-Dasar Pelaksanaan Pendidikan, (Jakarta: UIN Jakarta Press)
[7] Undang-Undang RI No.20 tentang SISDIKNAS, Cet.II (Bandung: Fokus Media, 2003)
[10] Nurul Zuriah, Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011)
[12] Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter: Konsesi dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2011)
[15] Dharma Kesuma, Cepi Triatna, Johar Permana, Pendidikan Karakte: Kajian Teori dan Praktik di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012)
[17] Isnaini Holisoh, Konsep Pendidikan Karakter Pada Anak (Studi Komparasi Pemikiran Thomas Lickona dan Ki Hajar Dewantara), (Skripsi: UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2016)
[20] Moh. Haitami Salim, Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga: Revitalisasi Peran Keluarga dalam menyiapkan Generasi bangsa yang berkarakter, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013)
[21] Moh. Haitami Salim, Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga: Revitalisasi Peran Keluarga dalam menyiapkan Generasi bangsa yang berkarakter, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013)

Komentar

  1. Saya sangat bersyukur kepada Ibu Fraanca Smith karena telah memberi saya
    pinjaman sebesar Rp900.000.000,00 saya telah berhutang selama
    bertahun-tahun sehingga saya mencari pinjaman dengan sejarah kredit nol dan
    saya telah ke banyak rumah keuangan untuk meminta bantuan namun semua
    menolak saya karena rasio hutang saya yang tinggi dan sejarah kredit rendah
    yang saya cari di internet dan tidak pernah menyerah saya membaca dan
    belajar tentang Franca Smith di salah satu blog saya menghubungi franca
    smith konsultan kredit via email:(francasmithloancompany@gmail.com) dengan
    keyakinan bahwa pinjaman saya diberikan pada awal tahun ini tahun dan
    harapan datang lagi, kemudian saya menyadari bahwa tidak semua perusahaan
    pinjaman di blog benar-benar palsu karena semua hautang finansial saya
    telah diselesaikan, sekarang saya memiliki nilai yang sangat besar dan
    usaha bisnis yang patut ditiru, saya tidak dapat mempertahankan ini untuk
    diri saya jadi saya harus memulai dengan membagikan kesaksian perubahan
    hidup ini yang dapat Anda hubungi Ibu franca Smith via email:(
    francasmithloancompany@gmail.com)

    BalasHapus
  2. Dearest Esteems,

    We are Offering best Global Financial Service rendered to the general public with maximum satisfaction,maximum risk free. Do not miss this opportunity. Join the most trusted financial institution and secure a legitimate financial empowerment to add meaning to your life/business.

    Contact Dr. James Eric Firm via
    Email: fastloanoffer34@gmail.com
    Best Regards,
    Dr. James Eric.
    Executive Investment
    Consultant./Mediator/Facilitator

    BalasHapus
  3. kesaksian nyata dan kabar baik !!!

    Nama saya mohammad, saya baru saja menerima pinjaman saya dan telah dipindahkan ke rekening bank saya, beberapa hari yang lalu saya melamar ke Perusahaan Pinjaman Dangote melalui Lady Jane (Ladyjanealice@gmail.com), saya bertanya kepada Lady jane tentang persyaratan Dangote Loan Perusahaan dan wanita jane mengatakan kepada saya bahwa jika saya memiliki semua persyarataan bahwa pinjaman saya akan ditransfer kepada saya tanpa penundaan

    Dan percayalah sekarang karena pinjaman rp11milyar saya dengan tingkat bunga 2% untuk bisnis Tambang Batubara saya baru saja disetujui dan dipindahkan ke akun saya, ini adalah mimpi yang akan datang, saya berjanji kepada Lady jane bahwa saya akan mengatakan kepada dunia apakah ini benar? dan saya akan memberitahu dunia sekarang karena ini benar

    Anda tidak perlu membayar biayaa pendaftaran, biaya lisensi, mematuhi Perusahaan Pinjaman Dangote dan Anda akan mendapatkan pinjaman Anda

    untuk lebih jelasnya hubungi saya via email: mahammadismali234@gmail.com
    dan hubungi Dangote Loan Company untuk pinjaman Anda sekarang melalui email Dangotegrouploandepartment@gmail.com

    BalasHapus

Posting Komentar