PAHLAWAN (?)

Mengucur deras keringat membasahi tubuh yang terikat. Membawa angan jauh entah kemana, bagaikan pungguk merindukan bulan.

Merdeka...
Kata yang penuh dengan makna, bertahta dalam raga pejuang bangsa, bermandikan darah dan air mata demi generasi Indonesia yang lebih sejahtera.
Kini, setelah merdeka, setelah ribuan pahlawan menyuguhkan darah dan keringat tertumpah demi tanah yang dicita-citakan merdeka, setelah ribuan pahlawan dengan desingan peluru dan hulu pedang mengkilap menyisihkan sebagian dari dirinya untuk berjuang membela dan mempertahankan yang telah diperebutkan dengan amis darah dan nanah. Banyak generasi yang lupa dan sok jadi pahlawan. Setelah puluhan tahun berlalu. Generasi-generasi penerus kian tak tahu malu. Membusungkan dada saling menghujat dan mencaci maki hanya karena ingin disebut pahlawan. Generasi-generasi kini mulai tak tahu diri, melacurkan keyakinannya hanya karena ingin dihubung-hubungkan sebagai pahlawan. Begitu banyak generasi hari ini yang dikebiri oleh simbolitas Kepahlawanan tanpa juang.
Ingat, pahlawan sejati adalah mereka yang bertahan untuk tetap merdeka, mereka yang tulus dan ikhlas berjuang membela dan mempertahankan tanah tempat darah dan daging menjadi seutuh tubuh. Tulus dan ikhlas dalam Berjuang itulah yang menghalangi Pahit untuk tetap manis, yang menghalau Sakit untuk tetap sehat dan yang membatasi Perih dan Nyeri untuk tetap Tak Terasa.
Jika saja generasi hari ini tahu, bagaimana perihnya setetes darah akibat terserempet Peluru, akibat tertikam belati, akibat tertusuk badik, akibat tersayat pedang, mungkin tidak ada satupun 'Generasi Sampah' hari ini yang mau menjadi sosok pahlawan itu.
-------------------------------------------------------------------
Saya atas nama generasi yang tertunduk malu mengkhaturkan Selamat HARI PAHLAWAN untuk para Pejuang yang sedang kita nikmati hasil dari perjuangannya.

Komentar

Postingan Populer