MASA DEPAN MAHASISWA PTM


MASA DEPAN MAHASISWA PTM
Oleh:
Hikmatullah

Keberadaan mahasiswa ditanah air, terutama sejak awal abad ke-20 dilihat tidak hanya dari eksistensi mereka sebagai kelas sosial terpelajar yang mengisi peran-peran strategis dalam masyarakat. Tetapi lebih dari itu, mahasiswa telah aktif dan terlibat langsung dalam gerakan perubahan bahkan sebelum Indonesia merdeka. Sebagai generasi bangsa yang secara sosial mendapat kesempatan lebih dibandingkan dengan saudaranya yang lain, mahasiswa kemudian menjadi penggerak utama dalam perubahan dimensi sosial politik di tanah air pada masanya. Aktivitas mahasiswa yang merambah wilayah yang lebih luas dari sekedar kegiatan akademik perguruan tinggi inilah yang kemudian populer dikenal dengan sebutan ‘gerakan mahasiswa’.
Bagi masyarakat, kita mahasiswa/i dianggap sebagai Agent of change, Agent of control dan agent pencerahan. Bagi keluarga kita sendiri, kita adalah pecontoh, pencerdas, menjadi kebanggaan dan andalan keluarga. Kita hadir dikampus PTM ini agar kita mengerti bagaimana membentuk sosial yang baik dan benar menurut aturan agama.
Tentang hal itu, tentu kita memiliki alasan masing-masing kenapa kita berkuliah disini. Tetapi kita harus sadar bahwa implementasi Masyarakat Ekonomi Asean telah diberlakukan, bahkan saat ini dampaknya sudah mulai dapat dirasakan. Dimana kompetisi disegala bidang menjadi ukuran, apakah kita mampu bertahan atau tidak. Kita harus sadar tentang wacana kebijakan S1 akan dipercepat menjadi dua tahun dan S2 menjadi empat tahun. Dalam kebijakan tersebut kita harus paham bahwa S1 akan disetarakan dengan SMA/SMK/MA. Artinya ijazah S1 tidak bisa digunakan untuk mencari pekerjaan.
Lantas untuk apa kita kuliah dengan berapology ria, berorasi, berasumsi dan beragumentasi, jika kita tidak mampu menjadikan diri kita berguna bagi orang lain? Untuk apa kita kuliah dengan membuang biaya yang tidak sedikit lalu memilih ‘pemimpin’ yang tidak mampu mengarahkan kepada minimal kebaikan dan menjadikan entitas intelektual sebagai identitas kelompok mahasiswa yang sesungguhnya?? Kita hadir untuk itu kawan-kawan. Sebab kita meyakini bahwa “yang membuktikan siapa diri mu sebenarnya adalah perbuatan mu, bukan omongan mu!!”.  
Saya ingin katakan, bahwa banyak kampus yang ada diluar sana, mulai beberapa tahun yang lalu, SKRIPSI itu sudah tidak wajib, tetapi diganti dengan bentuk penelitian terpadu yang benar-benar kontekstual dan konseptual. Dan tidak menutup kemungkinan, melalui UU perguruan tinggi dan keputusan majelis DIKTI Muhammadiyah, masing-masing PTM pun akan menerapkan hal yang sama. Pertanyaannya adalah sudah siapkah kita untuk semua itu jika kita masih seperti ‘kambing congek’ yang tidak bisa membedakan mana Pemimpin dan mana Pemimpi??
Oleh karena itu, melalui hal ini saya mengajak kepada kawan-kawan semua untuk menyadari diri dengan Kompetisi, Kompetensi dan Konsekuwensi atas segala kenyataan yang akan kita songsong untuk kedepannya nanti. Kita memang butuh masa depan yang cemerlang untuk kehidupan anak cucu yang lebih baik, kita butuh kesejahteraan dalam menunjang kehidupan nyata yang lebih terjamin, kita butuh kerja nyata yang menghasilkan, Bukan sekedar jualan ‘liur’ atau yang kerap disebut dengan ‘onani’ intelektual.
Kawan-kawan ku sekalian, tidak ada satupun teori yang dapat membantah bahwa “nasib suatu kaum tidak akan berubah, kecuali kaum tersebut merubah nasibnya sendiri.” (Qs. Ar-Rad : 11). Lalu kenapa kita sebagai generasi muda yang menjadi tulang punggung keluarga, generasi yang katanya ditangan kita arah dan tujuan bangsa Indonesia, masih bersifat apatis, hedonis, dan oportunis. Jangan menunggu ‘tiba masa tiba akal’ sehingga kita kerap menggunakan segala cara untuk merebutnya. Makanan dan minuman boleh instan dizaman ini, namun pola pikir dan paradigma tidak boleh instan, sebab yang demikianlah yang sangat cepat tergilas oleh zaman dan terpenjara oleh kebodohan.
Saya ingatkan kepada kawan-kawan semua, bahwa salah satu pengkerdilan terkejam yang terjadi dalam diri dan masa depan kita adalah membiarkan pikiran kita yang cemerlang menjadi budak oleh tubuh kita yang malas, mendahulukan istirahat sebelum lelah dan sadar dengan kondisi yang terjadi namun mengacuhkannya.
Marilah kawan-kawan kita rebut momentum itu untuk mewujudkan perubahan dan menciptakan kehidupan sosial yang adil dan beradab!

Salam PEMBAHARUAN untuk sebuah PERUBAHAN

Komentar

Postingan Populer