Malam Minggu??

Apa yang spesial di malam minggu??
Inilah cara berpikir pemuda Indonesia umumnya:
"Malam minggu menjadi sangat pokok untuk dikunjungi atau mengunjungi pacar."
Hal yang harus kita lihat dari cara berpikir seperti ini adalah kultur yang telah dipengaruhi oleh masyarakat Industrial (pekerja formal) dan kaum urban keumuman. Masyarakat Industrial sebenarnya memanfaatkan akhir pekan (malam minggu) sebagai kesempatan untuk melepas penat yang menjerat tenaga dan pikiran selama bekerja.
Namun, tanpa menyadari semua itu, pemuda Indonesia begitu menikmati kultur yang telah terdistorsi ini. Hingga muncullah situasi kayak gini:
"Apabila tidak dikunjungi pacar atau tidak bisa mengunjungi pacar, maka hati menjadi BT, galau sepanjang malam dan kadang sejuta kata menggambarkan betapa lemah dan melankolis situasi yang dirasakannya dan inipun diumbar diberbagai media sosial." contoh: status BT, galau, suram, sedih, kecewa dll. (Yah kayak kebanyakan orang di social media.)
Sejalan dengan hal tersebut nuansa malam minggupun terkadang dijadikan sebagai ajang untuk pesta pora dan hura-hura, yang bersifat ceremoni dan penuh glamour. Dimana untuk mengikuti kegiatan yang seperti itu harus menghabiskan uang banyak. Tak peduli dengan hal seperti itu, pemuda Indonesia justru menikmati kehidupan yang memaksanya bersifat individualistik tersebut.
Dalam hal berpacaran juga telah mengalami efek bomerang akibat dari situasi dan kondisi seperti ini. Sebagai contoh, untuk mengajak malam minggu gebetan, seorang cowok harus menyiapkan berbagai macam cara dan materi dalam hal ini (uang) sebagai kebutuhan untuk bermalam minggu. Begitu pula dengan wanitanya, berbagai macam alat kecantikan dipersiapkan hanya untuk menunggu waktu malam minggu. Kehidupan seperti inilah yang kemudian menyeret sebagian besar pemuda-pemudi Indonesia kearah konsumeristik.
Selain itu, cara berpacaranpun telah mengalami pergeseran sejalan dengan kampanye yang kapitalistik. Contoh: dulu berpacaran yang dicari oleh wanita atau cowok adalah orang yang berbudi pekerti luhur,cerdas dan baik akhlaknya. Sementara sekarang yang dicari hanya kekayaan yang hanya bisa dibuat untuk bersenang-senang.
Dengan demikian maka bisa dikatakan bahwa di zaman sekarang ini adalah zaman masa kapitalisasi cinta.
Untuk itu, sebenarnya tidak ada yang spesial di malam minggu. Seperti malam-malam yang lainnya, malam minggu pun nuansanya tetap sama. Namun yang berbeda adalah bagaimana kita menyikapi setiap malam tersebut dengan cara yang positif sebagai bentuk penghormatan terhadap sang waktu yang berlalu.

Mr. M_P

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer